LUBUKLINGGAU — Suasana kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau mendadak ceria dan penuh warna pada Rabu (29/4/2026). Sebanyak 20 anak dari PAUD An-Nida Lubuklinggau melakukan kunjungan edukatif untuk mengenal lebih dekat profesi jaksa serta fungsi lembaga penegak hukum tersebut sejak usia dini.
Kedatangan rombongan yang didampingi oleh tiga orang guru ini disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Suwarno, S.H., M.H., bersama Kasubagbin Afriansyah, dan Kasi Intelijen Armein Ramdhani, S.H., M.H.
Dalam kegiatan bertajuk room tour yang dipandu oleh Bidang Intelijen, anak-anak diajak berkeliling melihat langsung berbagai ruangan kerja, mulai dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Pembinaan, Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Tindak Pidana Umum (Pidum), hingga Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti.
Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Suwarno, menjelaskan bahwa pengenalan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab yang menjadi fondasi karakter anak.
“Kami ingin kunjungan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan mengenal hukum sejak dini, mereka akan memahami pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suwarno.

Materi yang disampaikan pun dikemas secara sederhana dan interaktif agar sesuai dengan daya tangkap anak usia dini. Para siswa tampak antusias melontarkan pertanyaan dan berinteraksi langsung dengan para jaksa.
Sementara itu, Kasi Intelijen Armein Ramdhani menambahkan bahwa kegiatan berlangsung tertib dan penuh keceriaan. Ia berharap program edukatif seperti ini bisa menjadi agenda rutin, tidak hanya untuk jenjang PAUD, tetapi juga bagi siswa di seluruh wilayah Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara.
“Ini adalah langkah nyata kami dalam membangun kesadaran hukum bagi generasi muda. Kami terbuka bagi sekolah-sekolah yang ingin berkunjung dan belajar bersama di sini,” tutup Armein.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran Kejari Lubuklinggau dengan para siswa dan guru PAUD An-Nida sebagai kenang-kenangan.






