Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pertamina Lubuklinggau Pastikan Pasokan BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

LUBUKLINGGAU – PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Lubuklinggau memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara) dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying.

Imbauan ini menyusul adanya isu kenaikan harga BBM Manager Fuel Terminal Lubuklinggau, Wawan Prabawa, menegaskan bahwa operasional di lapangan sepenuhnya mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

“Perihal adanya isu (kenaikan harga), kami dari manajemen pusat yang mengelola. Jika pemerintah menetapkan kenaikan, kami otomatis mengikuti arahan tersebut. Tugas kami di depot adalah memastikan distribusi ke SPBU berjalan lancar sesuai permintaan,” ujar Wawan, Selasa (31/32026).

Wawan memaparkan, stok BBM di Fuel Terminal Lubuklinggau saat ini berada pada posisi yang mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat hingga beberapa hari ke depan. Berdasarkan data per Selasa pagi, rincian stok yang tersedia meliputi:

Pertalite: 944 KL (cukup untuk 2,4 hari)

Pertamax: 824 KL (cukup untuk 6,1 hari)

Solar: 1.245 KL (cukup untuk 11,8 hari)

Meskipun ketahanan stok terlihat singkat secara angka hari, Wawan menjelaskan bahwa pasokan masuk secara terus-menerus (continue) setiap harinya melalui jalur kereta api dari Kertapati, Palembang.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak PT KAI agar suplai dari Kertapati tidak ada kendala. Setiap satu rangkaian kereta membawa sekitar 600 KL yang terbagi dalam 18 gerbong. Kami juga memaksimalkan stok pada hari Minggu untuk mengantisipasi jeda penyaluran,” tambahnya.

Selain menjamin ketersediaan stok, Pertamina juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan. Aksi panic buying dikhawatirkan akan mengganggu manajemen distribusi armada tangki yang harus melayani wilayah luas hingga ke Sarolangun dan Curup.

“Kami pastikan stok di Lubuklinggau dan sekitarnya aman. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan apalagi sampai menimbun, karena hal itu justru akan mempersulit distribusi di lapangan,” pungkas Wawan.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *