LUBUKLINGGAU-Polres Lubuklinggau bersama BNN dan Disdik Lubuklinggau menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) di Kelenteng Wie Teng Bio, Jumat (3/10/2025).
FGD ini guna mencegah penyalahgunaan narkoba, balap liar, dan tawuran antar pelajar khususnya di Kota Lubuklinggau.
“Remaja yang baik hari ini adalah pemimpin yang hebat di masa depan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaa Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (PPPAPM) Lubuklinggau, Kunti Maharani membuka kegiatan tersebut.
Dia mengatakan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadi kenakalan remaja. Faktor tersebut menurutnya baik faktor internal dan eksternal.
Lebih lanjut, dalam faktor internal yakni adanya krisis identitas. Dimana ia menyebut, usia remaja memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi atau besar. Usia dimana sambung Kunti, mereka ingin tahu bagaimana dunia ini berjalan.
“Apabila tidak di kontrol dengan baik maka rasa ingin tahu tadi menjadi sesuatu yang negatif,” kata Kunti selalu pemateri.
Selain itu untuk faktor eksternal tambah Kunti yakni keluarga. Dalam faktor ini yang mempengaruhi adalah kurangnya kasih sayang dan pengawasan orang tua. Kemudian faktor yang mempengaruhi lainnya adalah lingkungan pergaulan.
“Jadi remaja sekarang terkesan dalam pergaulan dengan teman sekarang ingin diakui atau eksis. Karena keinginan inilah akhirnya mereka melakukan hal-hal yang negatif,” ujarnya.
Kata Kunti, tentu ada dampak atas kenakalan remaja yang dilakukan. Dampak tersebut salah satunya dengan menurunnya kreativitas dan produktivitas para pelajar.
“Tadinya rajin datang ke sekolah tidak telat, karena pengaruh teman-teman jadi malas-malasan ke sekolah,” ungkapnya.
Kemudian ia juga mengakui, kenakalan remaja juga dapat dipengaruhi oleh media sosial (Medsos).
“Kasus-kasus balap liar dan tawuran, pengaruh medsos juga berdampak besar. Karena melihat di medsos, jadi ikut-ikutan,” bebernya.
“Semua ini menjadi perhatian pemerintah dan institusi hukum untuk sama-sama mencegahnya. Remaja yang baik hari ini adalah pemimpin yang hebat di masa depan,” timpalnya.
Sementara itu Faturrahman selaku pemateri uang merupakan perwakilan Disdik Lubuklinggau menerangkan, pihaknya dalam upaya mencegah tidak terjadinya tawuran dan penyalahgunaan narkoba maupun balap liar salah satunya bersinergi dengan Polres, Satlantas dan BNN.
“Saling memberikan informasi dan arahan. Begitu juga dengan BNN dan FKUB berhubungan dengan agama, kita selalu berkoordinasi,” katanya.
Kemudian, untuk untuk mencegah hal-hal negatif, di sekolah sudah ada tata tertib sekolah. Itu merupakan aturan yang mutlak yang harus di patuhi pelajar. Salah satunya larangan yang ada di tatib sekolah yakni dilarang membawa handphone (HP) dan sajam (senjata tajam).
“Jadi jangan sampai anak-anak terjerumus didalam kegiatan yang negatif. Di sekolah banyak sekali kegiatan positif salah satunya kegiatan Pramuka. Sehingga anak-anak lebih kreatif dan berlomba untuk mengejar prestasi,” pungkasnya.






