LUBUKLINGGAU-Sejumlah titik jalur pedestrian di pusat Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kini ramai dimanfaatkan warga sebagai tempat duduk, beristirahat, sekaligus menikmati suasana kota. Bahkan, kawasan pedestrian tersebut berkembang menjadi spot wisata kekinian yang diminati masyarakat.
Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yopi Karim, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan bijak serta menjaga agar tidak terjadi kerusakan.
“Fasilitas yang sudah kita siapkan jangan sampai dirusak. Manfaatkan dengan baik agar bisa menjadi ikon Kota Lubuklinggau dan tetap terawat,” ujar Yopi, Sabtu (7/2/2026).
Untuk meningkatkan pengawasan, Pemerintah Kota Lubuklinggau berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik pedestrian. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk di area parkir yang terintegrasi dengan pedestrian.
“Ke depan akan kita pasang kamera, terutama di titik parkir sekaligus di kawasan pedestrian,” jelasnya.
Yopi mengungkapkan, konsep pembangunan pedestrian di Lubuklinggau terinspirasi dari kawasan Malioboro, Yogyakarta. Perencanaan tersebut telah dimulai sejak beberapa tahun lalu dan dilanjutkan pada 2025.
“Memang terinspirasi dari Jogja. Perencanaannya sudah ada sebelumnya, dan kita lanjutkan pembangunannya,” katanya.“Harapannya masyarakat tertarik untuk duduk, foto-foto, dan akhirnya bisa membantu UMKM sekitar,” terangnya.
Saat ini, pedestrian Kota Lubuklinggau telah tersedia di beberapa titik strategis dan dilengkapi fasilitas tempat duduk serta lampu hias. Lokasi tersebut antara lain di depan Kantor Wali Kota Lubuklinggau, Simpang Lapter, Taman Inflasi, Simpang RCA, dan kawasan Sukajadi.
“Mudah-mudahan spot-spot ini bisa terus kita kembangkan agar minat masyarakat semakin tinggi,” pungkas Yopi.






